Think
big, and act now. Sepertinya kalimat itu patut kami
terapkan kali ini. Terhitung sejak tanggal 13 sampai 19 April 2018 Himpunan
Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (Hima KTP) Universitas Negeri
Semarang mengadakan workshop film. Ini adalah tahun ketiga Creative
Cinematography Workshop atau CCW terealisasikan keberadaannya. Sama halnya tahun-tahun sebelumnya, Youth Creativity (YC) dipercaya oleh Hima KTP untuk
mendampingi para peserta workshop dalam memproduksi film. Kami bersembilanbelas dari YC
menjadi pendamping kala itu. Terbagi menjadi 7 kelompok, kami bekerja sama
dengan para peserta workshop untuk belajar sekaligus berkarya membuat film
fiksi dengan ketentuan durasi minimal 10 menit.
Mengusung jargon “boost up your creativity, create your own
movie”, CCW 2018 mengundang pembicara Videografer sekaligus Co Founder
Festival Video Edukasi, Bambang Kelik Budiharso atau akrab disapa Mas Kelik. Selain
Mas Kelik, Mas Novin yang merupakan direktur kelas film Indonesia juga ikut
berbagi ilmu pada workshop yang diikuti oleh 100 peserta ini. Berbeda dengan
tahun sebelumnya, kali ini workshop berlangsung selama beberapa hari. Penyampaian
materi dilakukan selama 1 hari bertempat di aula Dekanat Fakultas Ilmu
Pendidikan Universitas Negeri Semarang, sedangkan 4 hari digunakan untuk
produksi film fiksi, sedang 1 hari lagi dilakukan screening dan awarding. Bersamaan dengan waktu yang cukup singkat, YC tetap
semangat mendampingi para peserta workshop yang sebagian besar adalah mahasiswa
baru jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendididikan Universitas Negeri Semarang dan sisanya berasal dari fakultas lain di UNNES, serta ada peserta dari universitas lain seperti dari UNS Surakarta.
Proses yang begitu
dramatis bagi kami kala itu. Pencarian ide yang cukup menguras otak, berpikir keras, waktu yang
begitu sulit disatukan karena saat itu mahasiswa juga harus menunaikan
kewajibannya yaitu kuliah, dan hujan yang menjadi kendala
produksi. Editing juga menjadi proses yang tak kalah dramatis. Lupa makan lupa
mandi, laptop yang tiba-tiba error, editing yang mengharuskan tidur di kampus. Itu hanya segelintir yang
terlihat, dan kami begitu menikmatinya. Namun dengan segala keluh kesah serta
suka duka yang dilalui, kami begitu diberi pelajaran olehnya. Dengan hasil yang
memang bagi kami kurang memuaskan karena masih perlu banyak belajar lagi, kami
begitu antusias mengikuti screening dan awarding yang berlangsung pada Kamis
malam, 19 April 2018 mulai pukul 18.30 WIB di Dekanat Fakultas Teknik UNNES.
“Selamat buat karya-karya
bagusnya. Kalo hasilnya masih belum halus sempurna itu wajar. Namanya juga
proses belajar”, tulis Mas Kelik pada postingan di media sosialnya, instagram. Screening
dihadari oleh peserta workshop dan umum dengan dewan juri Bapak Sugeng
Purwanto, ketua jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri
Semarang. Selain itu ada Bapak Basuki Sulistyo dan Ibu Sony Zulfikasari yang merupakan dosen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Kami begitu bangga kali ini, karena dengan adanya workshop ini, kami benar-benar melakukan aksi
nyata untuk berkarya. Workshop kali ini menghasilkan 7 karya film dengan judul
Trimo, Deadline, Mbeler, Wewaler, Receh, 17 Agustus, dan Bintang. Yang cukup
membuat keluar dari ekspektasi kami adalah ternyata dalam kesempatan ini
cerita-cerita yang dikemas begitu menarik, luar biasa bagi kami anggota Youth
Creativity. Pembuatan film dengan menyampaikan berbagai nilai-nilai edukasi yang
dikemas dengan cara berbeda-beda bagi kami adalah hal luar biasa dengan waktu
yang diberikan begitu singkat.
Enam penghargaan
diberikan saat awarding yaitu penghargaan untuk film terbaik, sutradara
terbaik, poster terbaik, trailer terbaik, pemeran utama terbaik, dan naskah
terbaik. Tindak lanjut dari karya workshop kali ini yaitu akan diikutkan dalam
Festival Video Edukasi 2018 yang telah menyelenggarakan kompetisi video
terhitung 11 tahun sampai 2018 ini. Seperti halnya slogan Youth Creativity yaitu “SEMANGAT
BERKARYA”, kami dari pendamping sangat mengharapkan peserta workshop tidak
berhenti di CCW 2018. Belajarlah, berkaryalah, proses tidak harus langsung
menghasilkan karya yang bagus. Kami sangat berharap di lain waktu bisa
berkolaborasi untuk berkarya. Dan tentunya salam sinema, mari bersaudara!
By : Suningsih Youth Creativity
By : Suningsih Youth Creativity

Semangat berkarya
BalasHapusSiap SEMANGART BERKARYA juga kak hehehe
HapusSemangat berkarya
BalasHapusMantap mon
BalasHapusHaloooo mon wk. Jangan lupa berkarya yaa hehehe
HapusLanjutkan...perjuangan masih panjang
BalasHapussiap kak. mohon doanya
Hapus